TA DIGITAL
Perhitungan Harga Pokok Produksi Dengan Metode Harga Pokok Proses Pada UMKM “Wingko Babat Putra” Di Kota Semarang = Calculation of Cost of Goods Manufactured Using Process Costing Method at UMKM ‘Wingko Babat Putra’ in Semarang City
Gandi Rio Saputra, “Perhitungan Harga Pokok Produksi Dengan Metode Harga Pokok Proses Pada UMKM “Wingko Babat Putra” Di Kota Semarang”, Tugas Akhir Program Studi D3 Akuntansi Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Semarang, dibawah bimbingan Dewi Sri Marsanti, S.E., M.M. dan Moh. Haris, S.E., Msi., Agustus 2026, 74 halaman.
Wingko Babat Putra merupakan usaha yang bergerak di bidang usaha manufaktur makanan tradisional wingko babat. Dalam praktiknya Wingko Babat Putra masih menghitung harga pokok produksi secara sederhana dan masih terdapat biaya overhead pabrik yang belum diperhitungkan seperti biaya gas, biaya listrik, biaya bahan penolong, dan biaya penyusutan aset. Kondisi tersebut menyebabkan perhitungan harga pokok produksi menjadi kurang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung perbedaan antara harga pokok produksi berdasarkan perhitungan menurut perusahaan dengan perhitungan menggunakan metode harga pokok proses. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Data yang dihasilkan yaitu data kuantitatif, data kualitatif, data primer, dan data sekunder. Metode penulisan yang digunakan adalah metode deskriptif dan eksposisi. Hasil perhitungan harga pokok produksi menggunakan metode harga pokok proses menunjukkan bahwa biaya perbuah untuk wingko babat original/kelapa sebesar Rp 1.475,19, wingko babat cokelat sebesar Rp 1.529,04, wingko babat nangka sebesar Rp 1.595,19, dan wingko babat durian sebesar Rp 1.775,19. Terdapat selisih yaitu untuk wingko babat original/kelapa sebesar Rp 225,19, wingko babat cokelat sebesar Rp 279,04, wingko babat nangka sebesar Rp 345,19, dan wingko babat durian sebesar Rp 525,19. Selisih tersebut terjadi karena terdapat sebagian biaya overhead pabrik yang belum di bebankan oleh perusahaan dan menyebabkan harga pokok yang dihitung menjadi lebih rendah dari seharusnya.
Kata Kunci: Harga Pokok Produksi, Metode Harga Pokok Proses
Tidak tersedia versi lain