TA DIGITAL
Sistem Kontrol Dan Monitoring Kualitas Air Pada Kolam Bibit Ikan Lele Berbasis Internet Of Things (IoT) Pada Mitra Rambo Bibit = Sistem Kontrol Dan Monitoring Kualitas Air Pada Kolam Bibit Ikan Lele Berbasis Internet Of Things (IoT) Pada Mitra Rambo Bibit
Aditya Arief Wibowo, Bismo Satrio Antono, Naufal Dafa Majid, Satria Hafizh
Permana. "Sistem Kontrol dan Monitoring Kualitas Air pada Kolam Bibit Ikan Lele
Berbasis Internet of Things (IoT) pada Mitra Rambo Bibit", Tugas Akhir DIII
Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Semarang, di bawah bimbingan Ibu Dr.
Eni Dwi Wardihani, S.T., M.T. dan Bapak Dr. Eng. Ir. Irfan Mujahidin, S.T., M.T.,
M.Sc., IPP., Agustus 2026, jumlah halaman 124.
Kualitas air merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan budidaya
bibit ikan lele karena perubahan kondisi air dapat memengaruhi pertumbuhan dan
kesehatan ikan. Pemantauan yang dilakukan secara manual memiliki keterbatasan
dalam kontinuitas dan kecepatan memperoleh informasi mengenai kondisi kolam.
Oleh karena itu, tugas akhir ini bertujuan merancang dan membangun sistem
kontrol dan monitoring kualitas air pada kolam bibit ikan lele berbasis Internet of
Things (IoT) yang dapat melakukan pemantauan secara real-time serta
pengendalian kondisi air secara otomatis. Sistem menggunakan ESP32 sebagai
mikrokontroler utama yang terintegrasi dengan sensor pH PH-4502C, suhu
DS18B20, turbidity DFRobot SEN0189, dan ultrasonik HC-SR04 untuk
memperoleh data kondisi air dan ketinggian permukaan air. Data hasil pembacaan
sensor dikirim melalui jaringan Wi-Fi dan ditampilkan pada Telegram Bot,
sehingga pengguna dapat melakukan pemantauan dari jarak jauh. Sistem juga
dilengkapi dengan relay dan solenoid valve yang digunakan untuk mengendalikan
proses pengurasan air berdasarkan batas kekeruhan yang ditentukan, sedangkan
proses pengisian air dibantu oleh floating ball valve. Pengujian dilakukan terhadap
akurasi masing-masing sensor dan kinerja sistem secara keseluruhan. Hasil
pengujian menunjukkan bahwa sensor pH memiliki rata-rata akurasi sebesar
94,544%, sedangkan sensor suhu DS18B20 memiliki rata-rata akurasi sebesar
96,008%. Sensor turbidity mampu membedakan kondisi air berdasarkan tingkat
kekeruhan, sedangkan sensor ultrasonik HC-SR04 menunjukkan hasil pengukuran
yang mendekati alat ukur pembanding. Sistem juga mampu mengirimkan data
parameter melalui Telegram serta menjalankan fungsi kontrol sesuai kondisi yang
telah ditentukan. Dengan demikian, sistem yang dirancang dapat digunakan untuk
membantu proses monitoring dan pengendalian kualitas air pada kolam bibit ikan
lele secara lebih mudah dan otomatis.
Tidak tersedia versi lain