SKRIPSI DIGITAL
Rancang Bangun Sistem Irigasi Otomatis Berbasis Internet of Things Dengan Metode Drip Untuk Budidaya Tomat = Design and Development Of An Internet Of Things-Based Automated Irrigation System Using the Drip Method For Tomato Cultivation
Sistem irigasi di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Gunung Pati masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan kehadiran petugas dan belum menyediakan pemantauan kondisi lahan secara real-time. Tugas akhir ini merancang dan membangun sistem irigasi otomatis berbasis Internet of Things (IoT) dengan metode drip untuk budidaya tomat. Sistem menggunakan Wireless Sensor Network (WSN) bertopologi Star, mikrokontroler ESP32, sensor kelembapan tanah, central gateway, protokol MQTT, web dashboard, serta mekanisme fallback logging menggunakan SD Card. Keputusan penyiraman dirancang berdasarkan kelembapan tanah, umur tanaman dalam hari setelah tanam (HST), fase pertumbuhan tomat, dan klasifikasi curah hujan yang diperoleh melalui Open-Meteo API. Pendekatan Soft Sensing digunakan untuk mengestimasi volume air berdasarkan durasi kerja pompa tanpa menggunakan flowmeter. Sistem juga menerapkan arsitektur serverless atau free-hosting untuk mendukung penggunaan tanpa biaya langganan server. Perancangan dikembangkan menggunakan metode Agile melalui tahapan perencanaan, perancangan, pengembangan, pengujian, dan peninjauan secara iteratif. Hasil pengujian menunjukkan bahwa rata-rata akurasi kalibrasi sensor kelembapan tanah secara statis mencapai 93,75%. Lebih lanjut, pada pengujian operasional sistem secara dinamis (in-situ) selama 24 jam penuh di lapangan, sistem kendali terbukti andal dengan tingkat akurasi pemantauan mencapai 94,21% terhadap alat ukur acuan, rata-rata akurasi estimasi volume air dengan Soft Sensing sebesar 93,17%, serta rata-rata delay transmisi pada empat sesi pengujian sebesar 308 ms. Pada log pemantauan 24 jam tercatat tiga kejadian penyiraman dengan total estimasi volume air 70,05 liter. Data packet loss kuantitatif belum tersedia pada data sampel pengujian sehingga belum digunakan untuk menarik kesimpulan kinerja packet loss. Kata kunci: Internet of Things, irigasi tetes, tomat, MQTT, Soft Sensing, fallback logging
Tidak tersedia versi lain