SKRIPSI DIGITAL
Analisis Perbandingan Kinerja Turbin Uap Mode Operasi Extraction Condensing dan Full Condensing di PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit VI Balongan = Comparative Performance Analysis of Steam Turbine Operating in Extraction Condensing and Full Condensing Modes at PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit VI Balongan
Turbin uap generator (STG) 51-G-101-B di PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit VI Balongan dapat dioperasikan pada mode kondensasi seluruhnya (FC) dan ekstraksi kondensasi (EC), yang masing-masing memiliki karakteristik termodinamika berbeda sehingga perbandingan kinerjanya penting untuk menentukan mode operasi paling optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan kinerja turbin uap kapasitas 22.000 kW pada kedua mode operasi tersebut terhadap variasi beban generator 13.000–16.000 kW, serta membandingkannya dengan data desain. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan tahapan pengumpulan data operasional, penentuan sifat termodinamika uap, dan perhitungan efisiensi isentropik, efisiensi siklus, laju uap, serta efisiensi kogenerasi. Hasil penelitian menunjukkan mode FC menghasilkan efisiensi isentropik rata-rata 54,20%, efisiensi siklus 25,81%, dan laju uap 5,40 kg/kWh, sedangkan mode EC menghasilkan efisiensi isentropik 55,27%, efisiensi siklus 20,38%, laju uap 6,85 kg/kWh, dan efisiensi kogenerasi 47,98%. Mode FC unggul pada efisiensi siklus dan laju uap, sedangkan mode EC unggul pada efisiensi isentropik dan pemanfaatan energi total melalui skema kogenerasi. Dengan demikian, mode FC lebih optimal untuk memaksimalkan produksi listrik per satuan massa uap, sedangkan mode EC lebih optimal ketika terdapat kebutuhan uap proses karena mampu memanfaatkan energi secara lebih menyeluruh.
Tidak tersedia versi lain