SKRIPSI DIGITAL
Studi Kasus Perbandingan Sistem Pendingin Battery Pack Litium-Ion dengan Variasi Aliran Udara dan Material Sirip Berbasis Computational Fluid Dynamics (CFD) = Case Study of a Comparison of Cooling Systems for Lithium-Ion Battery Packs with Variations in Airflow and Fin Materials Based on Computational Fluid Dynamics (CFD)
Baterai lithium-ion merupakan sumber energi utama pada kendaraan listrik yang menghasilkan panas selama proses operasi. Temperatur yang tinggi dapat menurunkan performa, mempercepat degradasi, dan mengurangi umur pakai baterai. Oleh karena itu, diperlukan sistem pendingin yang efektif untuk menjaga temperatur baterai dalam rentang operasi yang aman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi velocity inlet dan material sirip terhadap kinerja termal sistem pendingin baterai lithium-ion berbasis Computational Fluid Dynamics (CFD). Metode penelitian menggunakan simulasi numerik pada ANSYS Fluent 2025 R1 dengan kondisi steady-state. Variasi velocity inlet yang digunakan adalah 4 m/s, 5 m/s, dan 6 m/s, sedangkan material sirip yang dianalisis meliputi aluminium, tembaga, dan nikel. Parameter yang dievaluasi meliputi distribusi temperatur, temperatur maksimum baterai, dan persentase penurunan temperatur maksimum. Hasil simulasi menunjukkan bahwa peningkatan velocity inlet meningkatkan kemampuan pendinginan baterai. Pada material aluminium, persentase penurunan temperatur maksimum meningkat dari 0% menjadi 3,50% dan 5,98% pada kecepatan 5 m/s dan 6 m/s. Material tembaga menghasilkan performa terbaik dengan persentase penurunan temperatur maksimum sebesar 6,10% pada velocity inlet 6 m/s, sedangkan nikel menghasilkan 5,52% pada kondisi yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kecepatan aliran udara memberikan pengaruh yang lebih signifikan terhadap performa pendinginan dibandingkan variasi material sirip.
Tidak tersedia versi lain