TA DIGITAL
Rancang Bangun Sistem Penyiraman Otomatis 5 Pot Untuk Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Berbasis Internet of Things (IOT) = Design And Development of an Internet of Things (IoT)-Based Automatic Watering System For Five Pots of Family Medical Plants (TOGA)
Falah Adelard Sulistiyo, Laili Novita Sari dan Muhammad Daffa’ Kurniawan “Rancang Bangun Sistem Penyiraman Otomatis 5 Pot Untuk Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Berbasis Internet of Things (IoT)", Tugas Akhir D III Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Semarang, dibawah bimbingan Suryono, S.T., M.Eng. dan Dra. Sri Astuti, M.M., Agustus 2026.
Pemeliharaan tanaman obat keluarga (TOGA) di Kelurahan Tandang masih dilakukan secara manual, khususnya pada proses penyiraman tanaman, sehingga membutuhkan waktu dan tenaga petugas serta berpotensi menyebabkan penyiraman yang tidak sesuai dengan kebutuhan tanaman. Oleh karena itu, Tugas Akhir ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem penyiraman otomatis 5 pot berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu melakukan penyiraman secara otomatis serta monitoring kondisi tanaman secara jarak jauh. Sistem dirancang menggunakan mikrokontroler ESP32 sebagai pusat pengendali dengan lima sensor kelembaban tanah untuk mendeteksi kondisi media tanam pada masing-masing pot, sensor DHT22 untuk memantau suhu dan kelembaban udara, sensor hujan untuk mendeteksi kondisi cuaca, serta float switch sensor untuk mengetahui ketersediaan air pada tangki. Perangkat keluaran terdiri dari pompa DC 12 V, lima solenoid valve, relay 6 channel, pilot lamp, dan LCD I2C 20×4. Sistem terhubung dengan aplikasi Blynk melalui jaringan internet sehingga data sensor dan status sistem dapat dipantau secara real-time serta proses penyiraman dapat dikendalikan secara manual. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu membaca kondisi kelembaban tanah pada lima pot dan melakukan penyiraman secara individual berdasarkan nilai setpoint yang telah ditentukan. Pada nilai kelembaban di bawah 40%, sistem mengaktifkan pompa dan solenoid valve pada pot yang membutuhkan air, sedangkan penyiraman berhenti ketika nilai kelembaban telah mencapai batas yang ditentukan. Sensor hujan mampu menonaktifkan proses penyiraman ketika kondisi hujan terdeteksi, sedangkan sensor float switch berfungsi mencegah pompa bekerja ketika ketersediaan air tidak mencukupi. Data hasil pembacaan sensor juga dapat ditampilkan melalui LCD dan aplikasi Blynk. Berdasarkan hasil pengujian, siste penyiraman otomatis 5 pot berbasis IoT dapat menjalankan fungsi monitoring dan penyiraman otomatis sesuai dengan rancangan, sehingga diharapkan dapat membantu meningkatkan efektivitas pemeliharaan tanaman TOGA, mengurangi ketergantungan terhadap penyiraman manual, serta memberikan kemudahan monitoring dan pengendalian dari jarak jauh.
Kata kunci: Bylnk, DHT22, ESP32, Internet of Things, kelembaban tanah, TOGA.
Tidak tersedia versi lain