TA DIGITAL
Penerapan Teknologi Multi-Sensor Secara Terpadu Pada Sistem Aeroponik Internet of Things Untuk Mitigasi Kegagalan Budidaya Kentang G0 = Application of Integrated Multi-Sensor Technology in an Internet of Things Based Aeroponic System for Mitigating G0 Seed Potato Cultivation Failure
Riski Tirta Mulia dan Siskia Rahmadiani, “Penerapan Teknologi Multi-Sensor Secara Terpadu pada Sistem Aeroponik Internet of Things untuk Mitigasi Kegagalan Budidaya Kentang G0”, Tugas Akhir D III Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Semarang, di bawah bimbingan Bapak Muhamad Cahyo Ardi Prabowo, S.T., M.Tr.T., dan Ibu Sheilla Nadia Valina, S.T., M.T., Agustus 2026.
Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) mendorong penerapan sistem pemantauan dan pengendalian berbasis data pada bidang pertanian. Pada budidaya kentang G0 secara aeroponik, kondisi lingkungan, larutan nutrisi, ketersediaan larutan, dan kelistrikan perlu dipantau untuk mengurangi risiko gangguan budidaya. Penelitian ini bertujuan merancang dan merealisasikan sistem aeroponik berbasis Internet of Things (IoT) dengan teknologi multi-sensor untuk mendukung pemantauan, pengendalian, dan mitigasi risiko kegagalan budidaya kentang G0. Sistem menggunakan Arduino Mega 2560, ESP8266, dan ESP32-CAM yang terintegrasi dengan sensor lingkungan, larutan nutrisi, liquid level, dan kelistrikan. Data ditampilkan melalui Touchscreen Nextion dan dashboard website, sedangkan kondisi abnormal diinformasikan melalui alarm Nextion dan notifikasi Telegram. Pengendalian penyemprotan dilakukan berdasarkan fase pertumbuhan dengan interval dan durasi pompa yang dapat diatur melalui sistem. Hasil pengujian menunjukkan seluruh sensor dapat membaca parameter yang diukur, informasi sistem dapat ditampilkan melalui Touchscreen Nextion dan dashboard website, notifikasi kondisi abnormal dapat dikirim melalui Telegram, serta pompa beroperasi sesuai fase pertumbuhan. Selama pengamatan, pH berada pada rentang 5,57–5,90, TDS 1.100–1.468 ppm, suhu larutan 20,06–32,06 °C, suhu udara 20,9–36,5 °C dengan kelembapan relatif 38,4–84,1%, suhu chamber 20,41–35,81 °C dengan kelembapan 96,1–99,99%, serta tegangan 12,82–14,12 V, arus 3,62–3,78 A, dan daya 47,7–50,4 W. Hasil tersebut menunjukkan integrasi fungsi pemantauan, pengendalian, komunikasi data, dan alarm untuk mendukung mitigasi risiko gangguan pada budidaya kentang G0.
Kata kunci: Aeroponik, Internet of Things, Integrasi Multi-Sensor, Mitigasi Kegagalan, Kentang G0
Tidak tersedia versi lain