SKRIPSI DIGITAL
Analisis Perbandingan Akurasi Valuasi Saham Menggunakan Metode Dividend Discount Model (DDM) dan Price to Book Value (PBV) dengan Root Mean Square Error (RMSE) sebagai Tolok Ukur dalam Pengambilan Keputusan Investasi (Studi pada Perusahaan Sektor Perbankan yang Terdaftar di IDX30 Periode 2021–2025) = Comparative Analysis of Stock Valuation Accuracy Using the Dividend Discount Model (DDM) and Price-to-Book Value (PBV) with Root Mean Square Error (RMSE) as a Benchmark for Investment Decision-Making (A Study of Banking Companies Listed in the IDX30 Index for the 2021–2025 Period)
ABSTRAK
M. Ade Putra. ”Analisis Perbandingan Akurasi Valuasi Saham Menggunakan Metode Dividend
Discount Model (DDM) dan Price to Book Value (PBV) dengan Root Mean Square Error (RMSE)
sebagai Tolok Ukur dalam Pengambilan Keputusan Investasi (Studi pada Perusahaan Sektor Perbankan yang Terdaftar di IDX30 Periode 2021–2025)” Skripsi Program Studi D4 Analis
Keuangan, Jurusan Akuntansi, Politeknik Negeri Semarang, di bawah bimbingan Winarni, S.E., M.M. dan Manarotul Fatati, S.E., M.M. Agustus 2026. Jumlah halaman 115. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai intrinsik saham dan menentukan keputusan
investasi pada perusahaan sektor perbankan yang terdaftar dalam indeks IDX30 periode 2021–
2025 menggunakan metode Dividend Discount Model (DDM) dan Price to Book Value (PBV), serta membandingkan tingkat akurasi kedua metode menggunakan pendekatan Root Mean Square
Error (RMSE). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan data sekunder
yang diperoleh dari laporan keuangan, laporan tahunan, dan data harga saham. Teknik
pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan diperoleh empat perusahaan sektor
perbankan yang secara konsisten terdaftar dalam indeks IDX30 selama periode penelitian, yaitu
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank
Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa nilai intrinsik saham berdasarkan metode DDM mengalami
perubahan selama periode 2021–2025. Berdasarkan metode DDM, BBCA, BBNI, dan BMRI
secara konsisten berada dalam kondisi undervalued, sedangkan BBRI mengalami perubahan
kondisi undervalued dan overvalued. Pada tahun 2025, berdasarkan metode DDM, BBCA, BBRI, BBNI, dan BMRI berada dalam kondisi undervalued dan memperoleh rekomendasi beli (buy). Berdasarkan metode PBV tahun 2025, BBRI, BBNI, dan BMRI berada dalam kondisi undervalued, sedangkan BBCA berada dalam kondisi overvalued. Hasil perbandingan tingkat akurasi
menunjukkan bahwa metode DDM menghasilkan nilai RMSE sebesar Rp1.282,42, sedangkan
metode PBV menghasilkan nilai RMSE sebesar Rp5.597,42. Nilai RMSE yang lebih rendah
menunjukkan bahwa metode DDM memiliki tingkat kesalahan estimasi yang lebih kecil dan
menghasilkan estimasi nilai intrinsik yang secara keseluruhan lebih mendekati harga pasar
dibandingkan metode PBV. Dengan demikian, metode DDM dinyatakan lebih akurat
dibandingkan metode PBV dan dapat digunakan sebagai salah satu dasar pertimbangan dalam
menilai kewajaran harga saham dan menentukan keputusan investasi. Kata Kunci: Dividend Discount Model, Price to Book Value, Root Mean Square Error, nilai
intrinsik, valuasi saham, keputusan investasi.
Tidak tersedia versi lain