SKRIPSI DIGITAL
Strategi Investasi di Tengah Ketidakpastian Ekonomi: Optimasi Portofolio Saham Syariah Pendekatan Model CAPM dan Safety First Criterion (November 2022–Desember 2025) = Investment Strategies Amid Economic Uncertainty: Optimization of Sharia Stock Portfolios Using the CAPM Model and the ‘Safety First’ Criterion (November 2022–December 2025)
Ketidakpastian ekonomi global sejak 2022 serta rendahnya pemahaman investor, terutama investor muda, terhadap prinsip investasi syariah menimbulkan kebutuhan akan strategi pemilihan saham yang menguntungkan sekaligus aman dari risiko kerugian, khususnya pada saham IDX Sharia Growth yang berpotensi memberikan keuntungan tinggi namun juga berisiko tinggi. Penelitian ini bertujuan menentukan kombinasi saham terbaik untuk membentuk portofolio, menguji apakah portofolio tersebut mampu menekan risiko tanpa mengurangi potensi keuntungan, serta membandingkan dua pendekatan analisis, yaitu Capital Asset Pricing Model (CAPM) yang mencari saham dengan potensi keuntungan di atas ekspektasi pasar, dan Safety First Criterion (SFC) yang mengutamakan perlindungan modal investor dari kerugian besar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif berdasarkan data harga saham mingguan dari 30 emiten IDX Sharia Growth selama November 2022 hingga Desember 2025, diolah menggunakan pendekatan CAPM dan tiga varian SFC, yaitu kriteria Roy, Kataoka, dan Telser. Hasilnya, CAPM membentuk portofolio berisi 14 saham, sedangkan SFC menghasilkan 8 saham. Kedua metode terbukti efektif menekan risiko tanpa mengorbankan keuntungan, tetapi CAPM unggul dengan keuntungan mingguan tertinggi (0,71%) per minggu pada tingkat risiko yang tetap rendah.
Kata Kunci: Capital Asset Pricing Model (CAPM), Safety First Criterion (SFC), portofolio optimal, saham syariah, IDX Sharia Growth, risiko dan return
Tidak tersedia versi lain