TA DIGITAL
Rancang bangun dan simulasi sistem interlock peralatan gardu induk 150 kv berbasis programmable logic controller (plc) terintegrasi supervisiori control and data acquisition (scada) = Design and simulation of a 150 kv substation equipment interlock system based on programmable logic controller (plc) integrated with supervisory control and data acquisition (scada)
Afif Raka Mukti, Berliansyah Fellano, Muhamad Ferdian Nugroho, Zulfi Riyadi, “Rancang Bangun dan Simulasi Sistem Interlock Peralatan Gardu Induk 150kV Berbasis Programmable Logic Controller (PLC) Terintegerasi Supervisiory Control And Data Acquisition (SCADA)”. Tugas akhir DIII Teknik Listrik Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Semarang, di bawah bimbingan Akhmad Jamaah, S.T., M.Eng. dan Ir. Mochammad Muqorrobin. M.Eng., Juli 2026.
Gardu induk 150 kV merupakan bagian penting dalam sistem tenaga listrik yang berfungsi mengatur dan menyalurkan energi listrik, sehingga keandalan operasionalnya perlu didukung oleh sistem interlock yang mampu mencegah kesalahan urutan pengoperasian peralatan seperti PMT (Pemutus Tenaga), PMS (Pemisah), dan ES (Earth Switch) pada konfigurasi satu bay. Tugas akhir ini bertujuan untuk merancang dan mensimulasikan sistem interlock pada peralatan Gardu Induk 150 kV konfigurasi satu bay agar beroperasi sesuai prosedur yang aman, memanfaatkan Programmable Logic Controller (PLC) Outseal sebagai kontrol dan Supervisory Control And Data Acquisition (SCADA) berbasis HMI DWIN sebagai media monitoring, serta mengetahui tingkat keandalan peralatan utama dalam sistem interlock tersebut. Metode yang digunakan meliputi tahap perancangan sistem (desain elektrik, mekanik, dan Software ladder diagram), pembuatan panel kontrol dan Miniatur gardu induk berbasis 3D printing, dilanjutkan dengan pengujian perangkat keras (perhitungan beban daya, pemilihan pengaman, dan pengukuran tegangan/arus), pengujian komunikasi Data PLC–HMI melalui protokol Modbus RTU, serta pengujian logika interlock pada kondisi operasi normal dan kondisi kesalahan operasi (human error). Hasil pengujian menunjukkan total kebutuhan daya sistem sebesar 37,82 Watt dengan arus total teoritis 0,20 A sehingga digunakan MCB 1 fasa 2 A, tegangan dan arus hasil pengukuran berada dalam toleransi aman ±5%, pergerakan motor servo PMS dan ES sesuai sudut perintah tanpa penyimpangan, komunikasi Modbus RTU antara PLC dan HMI berjalan tanpa error, serta seluruh (3 dari 3) skenario human error yang diujikan berhasil dideteksi dan diblokir oleh logika interlock PLC. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa sistem interlock peralatan Gardu Induk 150 kV berbasis PLC yang terintegrasi SCADA berhasil dirancang, berfungsi dengan baik, dan terbukti andal (keandalan 100% terhadap skenario human error yang diujikan) dalam mencegah kesalahan operasi, sehingga dapat meningkatkan keamanan, keandalan, dan efisiensi operasional gardu induk.
Kata kunci: Gardu Induk 150 kV, Interlock, PLC, SCADA, Power System Automation
Tidak tersedia versi lain