TA DIGITAL
Rancang Bangun Alat Penetas Telur Ayam Otomatis Berbasis PLC – SCADA Dengan Sistem Kendali Suhu, Water Level Control, Terintegrasi HMI Serta Teknologi Kamera = Design and Construction of an Automatic Chicken Egg Incubator Based on PLC-SCADA with Temperature and Water Level Control Systems, Integrated HMI, and Camera Technology
Bagas Tri Wicaksono, Dimas Aditya Ramadhan, Fatikha Aulia Nur Ajani, Galang Argo Utomo. 2026. Rancang Bangun Alat Penetas Telur Otomatis Berbasis PLC – SCADA dengan Sistem Kendali Suhu, Water Level Control, Terintegrasi HMI serta Teknologi Kamera. Tugas Akhir Program Studi D – III Teknik Listrik, Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Semarang. Pembimbing: Aji Hari Riyadi, S.T., M.T., dan Syahid, S.T., M.Eng.
Proses penetasan telur ayam secara konvensional masih memiliki keterbatasan seperti pengendalian suhu dan kelembapan yang kurang stabil, pembalikan telur manual, dan minimnya pemantauan kondisi inkubator sehingga memengaruhi perkembangan embrio dan menurunkan keberhasilan penetasan; oleh karena itu penelitian ini merancang alat penetas telur ayam otomatis berbasis Programmable Logic Controller (PLC) Outseal Mega V3 yang terintegrasi dengan SCADA HaiwellLink, Human Machine Interface (HMI) Haiwell, sistem Water Level Control (WLC), dan kamera ESP32-CAM untuk meningkatkan efektivitas inkubasi. Metode penelitian meliputi studi literatur, perancangan perangkat keras dan lunak, perakitan sistem, pemrograman PLC, pembuatan tampilan HMI dan SCADA, serta pengujian kinerja alat, dengan sensor SHT30 mendeteksi suhu dan kelembapan, sensor WLC menjaga ketersediaan air secara otomatis, dan PLC mengendalikan lampu pijar, exhaust fan, humidifier, pompa air, motor roller pembalik telur, serta kamera pemantau, yang seluruh parameternya dapat dipantau dan dikendalikan secara real-time melalui HMI maupun aplikasi HaiwellLink. Hasil pengujian menunjukkan sistem mampu mengendalikan suhu dan kelembapan sesuai set point, melakukan pembalikan telur otomatis, menjaga ketersediaan air, dan menampilkan kondisi alat secara real-time, dengan hasil uji coba penetasan pada percobaan pertama dari 10 butir telur diperoleh 5 telur menetas dan 5 telur gagal (tingkat keberhasilan 50%), sedangkan pada percobaan kedua dari 15 butir telur diperoleh 13 telur menetas dan 2 telur gagal (tingkat keberhasilan 86,7%), menunjukkan peningkatan keberhasilan penetasan seiring optimalisasi sistem. Integrasi kamera juga memungkinkan pemantauan kondisi telur tanpa membuka pintu inkubator sehingga kestabilan suhu dan kelembapan tetap terjaga, dan dengan penerapan sistem otomatis berbasis PLC–SCADA ini proses penetasan telur menjadi lebih efisien, mudah dipantau, dan berpotensi meningkatkan keberhasilan penetasan dibandingkan metode konvensional.
Tidak tersedia versi lain