TA DIGITAL
Implementasi Virtual Security Operations Center Berbasis Cyber Threat Intelligence dengan Integrasi SIEM dan Artificial Intelligence Untuk Reduksi False Positive Pada Deteksi Serangan Siber = Implementation of a Cyber Threat Intelligence Based Virtual Security Operations Center with SIEM and Artificial Intelligence Integration for False Positive Reduction in Cyberattack Detection
Yusuf Abdullah, Mohammad Filal Waisabila, "Implementasi Virtual Security Operations Center Berbasis Cyber Threat Intelligence dengan Integrasi SIEM dan Artificial Intelligence untuk Reduksi False Positive pada Deteksi Serangan Siber", Tugas Akhir D3 Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Semarang, di bawah bimbingan Kuwat Santoso, S.Kom., M.Kom. dan Ir. Prayitno, S.ST., M.T., Ph.D., Agustus 2026, 144 halaman. Pusat operasi keamanan siber konvensional kerap kewalahan menangani volume alert yang tinggi akibat data ancaman yang tersebar di berbagai platform SIEM, CTI, dan SOAR yang berjalan secara terpisah, sehingga proses deteksi dan respons terhadap serangan menjadi lambat serta rawan terhadap false positive. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun platform Virtual Security Operations Center bernama ARGANIX yang mengintegrasikan Cyber Threat Intelligence, SIEM, dan Artificial Intelligence ke dalam satu dashboard terpusat guna mendukung deteksi dini serta menekan jumlah false positive pada proses analisis ancaman. Pengembangan sistem dilakukan menggunakan model Spiral, sementara modul klasifikasi false positive berbasis machine learning dikembangkan mengikuti kerangka kerja CRISP-ML(Q), didukung integrasi Wazuh, OpenCTI, IRIS, dan Shuffle. Hasil pengujian blackbox dan whitebox menunjukkan seluruh modul berjalan sesuai fungsinya serta tahan terhadap celah keamanan umum. Uji kepuasan terhadap 30 responden memperoleh skor 76,94% dengan kategori "Sangat Baik". Kontribusi utama penelitian ini adalah tersedianya satu platform terpadu yang memungkinkan tim keamanan memantau, menyaring, dan menindaklanjuti ancaman siber tanpa perlu berpindah antar sistem yang berbeda-beda. Kata Kunci: Virtual Security Operations Center, Cyber Threat Intelligence, SIEM, Artificial Intelligence, False Positive
Tidak tersedia versi lain