SKRIPSI DIGITAL
Audit Manajemen untuk Menilai Efektivitas Fungsi Sumber Daya Manusia pada PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (PERSERODA) = Management Audit to Asses the Effectiveness of the Human Resource Function at PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (PERSERODA)
Raditya Nandito Wijanarko, “Audit Manajemen untuk Menilai Efektivitas atas Fungsi Sumber Daya Manusia pada PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah”, Skripsi Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Semarang, di bawah bimbingan Bapak Rudi Handoyono, S.E., M.Si. , Ibu Alvianita Gunawan, S.E., M.Acc., Ak., CA dan Ibu Maria Theresia Heni Widyarti, S.E., M.Si. bulan Juli 2026, 125 halaman.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas fungsi Sumber Daya Manusia (SDM) pada PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (Perseroda) dalam mendukung strategi ekspansi bisnis perusahaan ke sektor manufaktur dan jasa konstruksi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan penyebaran kuesioner kepada karyawan tetap perusahaan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan tahapan audit manajemen yang terdiri dari audit pendahuluan, review dan pengujian pengendalian manajemen, audit terinci, serta pelaporan.
Hasil audit menunjukkan bahwa dari tujuh fungsi SDM yang dievaluasi, dua fungsi yaitu perencanaan SDM dan hubungan karyawan telah terbukti berjalan dengan efektif, di mana perusahaan mampu menyusun perencanaan tenaga kerja secara sistematis serta menangani keluhan dan meminimalkan potensi konflik internal. Namun, lima fungsi lainnya, yaitu rekrutmen, seleksi, orientasi dan penempatan, pelatihan dan pengembangan, serta sistem penilaian kinerja, dinilai belum mencapai tingkat efektivitas yang optimal. Hal ini disebabkan oleh dinamika restrukturisasi dan perubahan proses bisnis yang cepat, yang berdampak pada terjadinya tumpang tindih beban kerja, keterlambatan penetapan standar Key Performance Indicator (KPI), serta belum maksimalnya evaluasi terhadap metode rekrutmen dan seleksi. Berdasarkan temuan tersebut, rekomendasi yang diberikan meliputi pembaruan pemetaan kompetensi secara berkala, penggeseran tahapan tes psikologi ke awal seleksi, penerapan mentoring intensif pasca-pelatihan, pengoptimalan "lembar disposisi" untuk distribusi tugas, serta penyelarasan pencapaian KPI dengan skema kompensasi.
Tidak tersedia versi lain