TA DIGITAL
Rancang Bangun Mesin Pengering Cengkeh Dengan Sistem Dapur Listrik Pemantik Otomatis = Design and Construction of a Clove Drying Machine with an Electric Heating System and Automatic Ignition
Proses pengeringan cengkeh secara konvensional masih bergantung pada kondisi cuaca dan membutuhkan waktu yang relatif lama, sehingga diperlukan teknologi pengeringan yang mampu mempercepat proses serta menghasilkan pengeringan yang lebih terkontrol. Tugas akhir ini bertujuan untuk merancang, membuat, dan menguji mesin pengering cengkeh dengan sistem dapur listrik pemantik otomatis. Mesin dirancang dengan kapasitas 12 kg dalam satu kali proses pengeringan dan dilengkapi blower keong 3 inch untuk mensirkulasikan udara panas, pipa penyalur udara panas, thermocontrol sebagai pengendali suhu, serta sistem pemantik otomatis. Metode yang digunakan meliputi studi pustaka, observasi lapangan, perancangan dan pemilihan desain, pembuatan mesin, pengujian, serta analisis data. Pengujian dilakukan dengan variasi suhu 60°C, 70°C, dan 80°C untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap waktu pengeringan, penurunan berat cengkeh, dan konsumsi LPG. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada suhu 60°C diperlukan waktu pengeringan 10 jam dengan konsumsi LPG sebesar 4.000 gram dan kadar air akhir sebesar 11,2%, suhu 70°C membutuhkan waktu 7 jam dengan konsumsi LPG sebesar 3.800 gram dan kadar air akhir 8,32%, sedangkan suhu 80°C membutuhkan waktu paling singkat, yaitu 5 jam dengan konsumsi LPG sebesar 2.000 gram dan kadar air akhir sebesar 11,72%. Pada suhu 80°C, berat cengkeh mengalami penurunan dari 2.000 gram menjadi 808 gram dan hasil pengeringan memiliki karakteristik warna cokelat, aroma cengkeh tetap terjaga, serta tekstur keras. Berdasarkan hasil pengujian, suhu 80°C merupakan variasi yang paling efektif karena menghasilkan waktu pengeringan paling singkat dan konsumsi LPG paling rendah.
Kata kunci: cengkeh, mesin pengering, suhu pengeringan, waktu pengeringan
Tidak tersedia versi lain