SKRIPSI DIGITAL
Analisis Perbandingan Metode Perawatan Beton Menggunakan Water Curing, Curing Compound, dan Curing Tepung Kanji terhadap Kuat Tekan Beton = Comparative Analysis of Concrete Curing Methods Using Water Curing, Curing Compound, and Tapioca Starch Curing on Concrete Compressive Strength
Perawatan (curing) merupakan tahapan penting untuk menjaga kelembapan beton selama proses hidrasi semen agar kuat tekan rencana dapat tercapai secara optimal. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan metode perawatan yang ekonomis dan ramah lingkungan, tepung kanji berpotensi dikembangkan sebagai metode curing alternatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan kuat tekan beton yang dirawat menggunakan metode water curing, curing compound (Sika Antisol E-125) berlapis membran, dan curing tepung kanji berlapis membran. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan beton dengan kuat tekan rencana 30 MPa yang diperoleh saat pengecoran Pier Head P5B Ramp Off Proyek Jalan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulon Progo Seksi II Paket 2.2B. Sebanyak 27 benda uji silinder berdiameter 150 mm dan tinggi 300 mm diuji pada umur 7, 21, dan 28 hari. Data dianalisis menggunakan uji One-Way Analysis of Variance (ANOVA) dan uji Least Significant Difference (LSD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa water curing menghasilkan kuat tekan rata-rata tertinggi pada setiap umur pengujian, yaitu 25,987 MPa, 28,365 MPa, dan 32,140 MPa. Seluruh metode perawatan melampaui kuat tekan rencana pada umur 28 hari. Perbedaan antar metode ditemukan pada umur 7 hari (p = 0,002) dan 21 hari (p = 0,016), sedangkan pada umur 28 hari tidak ditemukan perbedaan (p = 0,134). Dengan demikian, curing tepung kanji berlapis membran berpotensi menjadi metode perawatan beton alternatif yang ekonomis dan ramah lingkungan.
Tidak tersedia versi lain