• Beranda
  • Website Perpustakaan
  • Panduan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Penanda Bagikan

SKRIPSI DIGITAL

Analisis Perbandingan Metode Perawatan Beton Menggunakan Water Curing, Curing Compound, dan Curing Tepung Kanji terhadap Kuat Tekan Beton = Comparative Analysis of Concrete Curing Methods Using Water Curing, Curing Compound, and Tapioca Starch Curing on Concrete Compressive Strength

Nur Afifah - Nama Orang; SALMA INDAH NUR ISWARA - Nama Orang; SUKOYO - Nama Orang; RENDY DWI PANGESTI - Nama Orang;

Perawatan (curing) merupakan tahapan penting untuk menjaga kelembapan beton selama proses hidrasi semen agar kuat tekan rencana dapat tercapai secara optimal. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan metode perawatan yang ekonomis dan ramah lingkungan, tepung kanji berpotensi dikembangkan sebagai metode curing alternatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan kuat tekan beton yang dirawat menggunakan metode water curing, curing compound (Sika Antisol E-125) berlapis membran, dan curing tepung kanji berlapis membran. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan beton dengan kuat tekan rencana 30 MPa yang diperoleh saat pengecoran Pier Head P5B Ramp Off Proyek Jalan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulon Progo Seksi II Paket 2.2B. Sebanyak 27 benda uji silinder berdiameter 150 mm dan tinggi 300 mm diuji pada umur 7, 21, dan 28 hari. Data dianalisis menggunakan uji One-Way Analysis of Variance (ANOVA) dan uji Least Significant Difference (LSD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa water curing menghasilkan kuat tekan rata-rata tertinggi pada setiap umur pengujian, yaitu 25,987 MPa, 28,365 MPa, dan 32,140 MPa. Seluruh metode perawatan melampaui kuat tekan rencana pada umur 28 hari. Perbedaan antar metode ditemukan pada umur 7 hari (p = 0,002) dan 21 hari (p = 0,016), sedangkan pada umur 28 hari tidak ditemukan perbedaan (p = 0,134). Dengan demikian, curing tepung kanji berlapis membran berpotensi menjadi metode perawatan beton alternatif yang ekonomis dan ramah lingkungan.


Fulltext
  • Harap masuk untuk melihat lampiran
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
JJ 025 2026
Penerbit
Semarang : Politeknik Negeri Semarang., 2026
Deskripsi Fisik
xvi, 116 hal.: illus.; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
text
Tipe Media
computer
Tipe Pembawa
online resource
Edisi
-
Subjek
kuat tekan beton
Water Curing
Curing Compound
curing tepung kanji
perawatan beton
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Nur Afifah
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

  • Panduan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Si-Repo adalah platform digital yang dikelola oleh UPA Perpustakaan Politeknik Negeri Semarang, menyimpan karya ilmiah seperti Tugas Akhir, Skripsi, dan Tesis dari sivitas akademika Polines, untuk mendukung kebutuhan akademik, penelitian, dan pengembangan.

Jam Buka Perpustakaan

Senin - Kamis:
07.30 - 16.00 WIB

Jum'at:
07.30 - 16.30 WIB


NPP. 3374102C0000002
0895340731030
Follow Us
Subscribe

© 2026 — Perpustakaan Politeknik Negeri Semarang

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?