SKRIPSI DIGITAL
Analisis Produktivitas Pekerjaan Pile Cap, Pier, dan Pier Head Ramp Off Dengan Metode Time Study (Studi kasus : Proyek Jalan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulon Progo Seksi II Paket 2.2 Trihanggo–Junction Sleman STA 54+635 s.d. STA 57+839) = Analysis of Construction Productivity for Pile Cap, Pier, and Pier Head Ramp Off Using the Time Study Method (Case Study : Proyek Jalan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulon Progo Seksi II Paket 2.2 Trihanggo–Junction Sleman STA 54+635 s.d. STA 57+839)
Produktivitas tenaga kerja merupakan salah satu faktor utama yang memengaruhi keberhasilan proyek konstruksi karena berkaitan dengan efisiensi waktu, biaya, dan penggunaan sumber daya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas tenaga kerja pada pekerjaan struktur beton bertulang ramp off yang meliputi pile cap, pier, dan pier head menggunakan metode time study, membandingkan hasil produktivitas aktual dengan standar Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Konstruksi Nomor 30 Tahun 2026, serta menyusun Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) berdasarkan data aktual lapangan. Penelitian dilakukan pada Proyek Pembangunan Jalan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulon Progo Seksi II Paket 2.2 Trihanggo–Junction Sleman STA 54+635 s.d. STA 57+839 melalui observasi langsung, pengukuran waktu kerja menggunakan stopwatch, pengumpulan data jumlah tenaga kerja dan volume pekerjaan, serta material tracking. Analisis produktivitas dilakukan berdasarkan standard time yang diperoleh melalui metode time study. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas rata-rata pekerjaan bekisting sebesar 3,91–3,95 m²/OH, pekerjaan penulangan sebesar 332,28–354,22 kg/OH, dan pekerjaan pengecoran sebesar 7,61–7,64 m³/OH. Dibandingkan dengan standar, produktivitas pekerjaan bekisting lebih tinggi sebesar 1,58–1,61%, pekerjaan penulangan lebih rendah sebesar 0,44–0,47%, sedangkan pekerjaan pengecoran relatif setara dengan selisih sekitar 0,05%. Perbedaan produktivitas dipengaruhi oleh metode pelaksanaan, kondisi akses kerja, kepadatan tulangan, cuaca, distribusi tenaga kerja, serta kelancaran suplai beton dan manajemen logistik. Perhitungan AHSP berdasarkan data aktual menghasilkan biaya pekerjaan bekisting sebesar Rp570.104,42–Rp603.908,70/m², pekerjaan penulangan sebesar Rp26.808,25–Rp26.894,32/kg, dan pekerjaan pengecoran sebesar Rp1.257.636,55–Rp1.431.196,44/m³.
Tidak tersedia versi lain