SKRIPSI DIGITAL
Analisis Variasi Ketebalan Balas terhadap Respons Tanah Dasar pada Peninggian Jalan Rel di Daerah Pesisir Menggunakan Analisis Manual dan Finite Element Method (Studi Kasus Pada Bangunan Hikmat 111 KM 20+744) = Analysis of Ballast Thickness Variations on Subgrade Response in Railway Track Elevation in Coastal Areas Using Manual and Finite Element Method Analysis (Case Study on Railway Bridge 111 KM 20+744)
Jalan rel yang melintasi kawasan pesisir menghadapi permasalahan tanah dasar
lunak dengan daya dukung rendah dan kompresibilitas tinggi, sehingga penambahan
ketebalan balas sebagai bagian dari upaya peninggian jalan rel perlu dievaluasi
pengaruhnya terhadap distribusi tegangan dan penurunan tanah dasar. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi ketebalan balas (30 cm, 45 cm, dan 60
cm) terhadap distribusi tegangan vertikal dan besarnya penurunan (settlement) pada
tanah dasar jalur kereta api di Daerah Operasi 4 pesisir Tegal–Semarang, serta
membandingkan hasil analisis manual dengan hasil pemodelan numerik menggunakan
Plaxis 2D model Mohr-Coulomb. Analisis manual dilakukan berdasarkan teori
distribusi tegangan Boussinesq dan pendekatan konsolidasi, sedangkan analisis
numerik dilakukan dengan metode elemen hingga berbasis data tanah hasil uji Cone
Penetration Test (CPT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan ketebalan
balas dari 30 cm menjadi 60 cm secara konsisten meningkatkan tegangan vertikal
tanah dasar, baik pada analisis manual (19,158 kPa menjadi 20,520 kPa) maupun pada
analisis Plaxis 2D (74,82 kPa menjadi 77,92 kPa), yang keduanya masih berada dalam
batas izin Peraturan Dinas 10A PT Kereta Api Indonesia sebesar 117,68 kPa.
Sebaliknya, nilai settlement hasil analisis manual meningkat dari 23,8 mm menjadi
33,8 mm dan telah melampaui batas toleransi penurunan yang diizinkan, sedangkan
hasil Plaxis 2D menunjukkan tren peningkatan serupa dengan besaran yang jauh lebih
kecil (7,553 mm menjadi 7,959 mm). Kedua metode analisis menunjukkan
kecenderungan perubahan yang konsisten meskipun berbeda besaran akibat perbedaan
asumsi dan pendekatan perhitungan. Hasil ini mengindikasikan bahwa penambahan
ketebalan balas pada tanah lunak di kawasan pesisir tidak selalu memberikan
perbaikan performa struktural, karena tambahan beban mati dari lapisan balas turut
meningkatkan tegangan dan penurunan tanah dasar, sehingga penentuan ketebalan
balas dalam perencanaan peninggian jalan rel perlu mempertimbangkan keseimbangan
antara fungsi distribusi beban dan beban tambahan yang ditimbulkan.
Tidak tersedia versi lain