SKRIPSI DIGITAL
Optimalisasi Alokasi Anggaran Pemeliharaan Bangunan Gedung Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dengan Metode Analytical Hierearchy Process = Optimization of Budget Allocation for Building Maintenance of the Central Java Regional Development Bank Building Using the Analytical Hierarchy Process Method
Bangunan Gedung Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Tengah merupakan aset perbankan yang telah beroperasi sejak tahun 1963 dan hingga kini masih menjalankan fungsi operasional utama, sehingga memerlukan pemeliharaan yang terencana. Selama ini, penanganan kerusakan pada gedung tersebut masih dilakukan secara reaktif tanpa mekanisme prioritas yang terstruktur, sehingga realisasi biaya pemeliharaan pada tahun 2025 melampaui pagu anggaran tetap yang ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi kerusakan komponen bangunan, menyusun model bobot prioritas pemeliharaan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), serta merumuskan strategi alokasi anggaran pemeliharaan yang lebih optimal dibandingkan pola reaktif yang berjalan selama ini. Metode penelitian dilakukan melalui asesmen kondisi fisik bangunan, penyebaran kuesioner kepada sepuluh responden ahli (expert judgment), serta pengolahan data menggunakan pendekatan AHP yang dikombinasikan dengan data riwayat biaya pemeliharaan tahun 2024–2025 dan analisis matriks kuadran prioritas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari empat kriteria yang digunakan, Kenyamanan memperoleh bobot tertinggi (44,430%), diikuti Kesehatan (22,965%), Keselamatan (22,739%), dan Kemudahan (9,865%), dengan seluruh matriks perbandingan berpasangan dinyatakan konsisten. Sintesis bobot global terhadap sepuluh komponen bangunan menempatkan Pemipaan & Sanitasi sebagai prioritas tertinggi (19,995%), diikuti Tata Cahaya dan Plafon. Perbandingan antara bobot AHP dengan data pemeliharaan aktual menunjukkan adanya kesenjangan pada sejumlah komponen, sehingga analisis matriks kuadran digunakan untuk memetakan komponen berdasarkan intensitas perbaikan dan total biaya. Model optimalisasi alokasi anggaran berbasis bobot komposit AHP dan proporsi biaya aktual (50:50) berhasil mendistribusikan anggaran sebesar Rp180.000.000 secara lebih proporsional, dengan Pemipaan & Sanitasi, Tata Cahaya, dan Dinding Interior memperoleh alokasi terbesar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi metode AHP dengan data biaya pemeliharaan aktual dan analisis matriks kuadran mampu menghasilkan strategi alokasi anggaran pemeliharaan yang lebih terukur, objektif, dan tepat sasaran bagi pengelola Gedung Bank Jateng.
Kata Kunci: pemeliharaan bangunan gedung, Analytical Hierarchy Process (AHP), prioritas pemeliharaan, alokasi anggaran, matriks kuadran
Tidak tersedia versi lain