SKRIPSI DIGITAL
Evaluasi Pemborosan Material Menggunakan Pendekatan Lean Construction Pada Pekerjaan Renovasi Fasad BNI KC Jombang = Evaluation of Material Waste Using a Lean Construction Approach for the Facade Renovation of BNI Jombang Branch Office
Pekerjaan renovasi fasad melibatkan proses pengukuran, fabrikasi, penyimpanan, mobilisasi, pemasangan, dan pengendalian mutu material. Ketidaktepatan pada setiap tahapan dapat menimbulkan pemborosan material dan aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pemborosan material pada pekerjaan renovasi fasad BNI KC Jombang menggunakan pendekatan Lean Construction, menganalisis faktor penyebab dan pemborosan prioritas, mengevaluasi aliran aktivitas, serta merumuskan strategi perbaikan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesioner, dokumentasi, serta data sekunder berupa gambar kerja, Bill of Quantity (BOQ), RAB, cutting plan, dan Kurva S. Evaluasi dilakukan melalui rekonsiliasi material dan perhitungan waste level, analisis Pareto, Fishbone Diagram, Value Stream Mapping (VSM), serta simulasi Future State dan Process Cycle Efficiency (PCE). Hasil penelitian menunjukkan pemborosan berupa off-cut ACP, panel ACP tergores atau penyok, kesalahan ukuran dan fabrikasi, kerusakan kaca saat mobilisasi, serta sisa material pekerjaan kanopi. Rekonsiliasi material menunjukkan total material masuk sebesar 806,00 m², material terpasang 753,04 m², material reusable 22,46 m², dan scrap/waste 30,50 m², sehingga diperoleh waste level sebesar 3,78%. Analisis Pareto menunjukkan lima jenis pemborosan utama menyumbang 81,31% dari total pemborosan, dengan off-cut ACP sebagai pemborosan terbesar sebesar 36,72%. Berdasarkan Fishbone Diagram, pemborosan dipengaruhi oleh faktor manusia, metode kerja, pengukuran dan informasi, material, peralatan, lingkungan kerja, dan manajemen. Faktor utama meliputi cutting plan yang belum optimal, ketidaktepatan ukuran, handling dan penyimpanan material, serta koordinasi dan pengendalian mutu. Evaluasi Current State VSM menghasilkan waktu Value Added (VA) sebesar 870 menit, Necessary Non-Value Added (NNVA) sebesar 345 menit, dan Non-Value Added (NVA) sebesar 330 menit, dengan total lead time 1.545 menit dan PCE sebesar 56,31%. Aktivitas NVA terutama berasal dari waiting material, waiting approval, pemindahan material berulang, rework, dan waktu tunggu akibat kondisi alat serta pelaksanaan pekerjaan. Strategi perbaikan meliputi verifikasi ukuran sebelum fabrikasi, optimalisasi cutting plan/nesting, finalisasi shop drawing, penerapan Just In Time (JIT), 5S, SOP handling, pengendalian mutu bertahap, serta peningkatan koordinasi. Simulasi Future State menunjukkan potensi penurunan lead time dari 1.545 menit menjadi 1.275 menit dan peningkatan PCE dari 56,31% menjadi 68,24%. Dengan demikian, pengendalian pemborosan secara terpadu sejak perencanaan hingga pemasangan dapat mengurangi waste material dan meningkatkan efisiensi pekerjaan renovasi fasad.
Kata kunci: evaluasi pemborosan material, Lean Construction, Value Stream Mapping, waste level, renovasi fasad.
Tidak tersedia versi lain