SKRIPSI DIGITAL
Strategi Alokasi Biaya Perbaikan Komponen Arsitektural Dengan Penentuan Skala Prioritas (Studi Kasus : Gedung G2 Hotel Grasia Semarang) = Cost Allocation Strategy For Repairing Architectural Components Through Priority Scale Determination (Case Study: G2 Building, Hotel Grasia Semarang)
Keterbatasan anggaran pemeliharaan di Gedung G2 Hotel Grasia Semarang
menyebabkan penundaan perbaikan komponen arsitektural secara menyeluruh,
sehingga diperlukan penentuan prioritas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi
kondisi fisik dan mengidentifikasi tingkat kerusakan, menghitung Rencana
Anggaran Biaya (RAB), menentukan urutan prioritas perbaikan, serta merumuskan
skema alokasi dana perbaikan berdasarkan kemampuan anggaran hotel. Penelitian
menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui
wawancara, observasi dan dokumentasi, serta penyebaran kuesioner. Analisis
dilakukan melalui identifikasi tingkat kerusakan, penyusunan RAB, dan
pembobotan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa kerusakan komponen arsitektural utama terjadi pada fasad
eksterior, dan dinding interior, diikuti dengan plafon, lantai, dan kusen untuk
kerusakan lebih ringan. Total estimasi biaya perbaikan yang dibutuhkan untuk
lantai 2 hingga lantai 5 sebesar Rp 222.235.361,67. Berdasarkan pembobotan AHP,
prioritas perbaikan berturut-turut adalah dinding menggelembung, dinding
bernoda, dinding mengelupas, plafon bernoda, dan fasad mengelupas. Strategi
alokasi biaya yang direkomendasikan berupa penyisihan dana sebesar 2,53% dari
pendapatan bersih bulanan selama satu tahun sehingga perbaikan dapat
dilaksanakan secara bertahap tanpa mengganggu cash flow operasional hotel.
Strategi ini diharapkan menjadi acuan bagi manajemen hotel dalam
mengoptimalkan pemeliharaan gedung secara efektif, terencana dan berkelanjutan.
Tidak tersedia versi lain