SKRIPSI DIGITAL
Analisis Kuat Lekat Antarmuka (Interface Bond Strength) Menggunakan Bonding adhesive sebagai Material Patch Repair Dengan Variasi Kekasaran Permukaan Beton Eksisting = Analysis of Interface Bond Strength Using Bonding Adhesive as a Patch Repair Material with Variations in the Roughness of the Existing Concrete Surface
Kerusakan pada struktur beton sering memerlukan metode patch repair yang mampu menghasilkan ikatan antarmuka yang kuat antara beton eksisting dan material perbaikan. Secara teoritis, kuat lekat antarmuka dipengaruhi oleh tiga mekanisme utama, yaitu ikatan kimia, adhesi, dan mekanis. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan Giant Mortar L500 Bonding Adhesive dan variasi kekasaran permukaan beton terhadap kuat tekan dan kuat lekat (slant shear) pada sambungan beton silinder dengan menggunakan metode eksperimental kuantitatif dengan variasi tingkat kekasaran permukaan CSP 1-3 (halus), CSP 4-6 (sedang), CSP 7-9 (kasar), sudut kemiringan 30°, dan kekuatan beton f’c sebesar 20,53 Mpa. Hasil uji menunjukkan bahwa nilai kuat tekan dan kuat lekat tertinggi terdapat pada variasi kekasaran kasar dengan bonding adhesive sebesar 18,90 Mpa (mengalami penurunan sebesar 7,94% terhadap beton tanpa sambungan) dan 8,18 Mpa (mengalami peningkatan sebesar 8,68% terhadap beton sambungan tanpa bonding adhesive), sedangkan nilai kuat tekan dan kuat lekat terendah terdapat pada variasi kekasaran halus sebesar 11,13 Mpa (mengalami penurunan sebesar 45,79% terhadap beton tanpa sambungan) dan 4,82 Mpa (mengalami penurunan sebesar 29,25% terhadap beton sambungan tanpa bonding adhesive). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi bonding adhesive dan kekasaran permukaan kasar merupakan metode patch repair yang optimal dalam meningkatkan kualitas sambungan beton.
Kata kunci: interface bond strength, bonding adhesive, patch repair, kekasaran permukaan beton, slant shear test
Tidak tersedia versi lain