SKRIPSI DIGITAL
ANALISIS PERCEPATAN WAKTU DAN BIAYA PADA PROYEK PERLUASAN DAN PENGEMBANGAN GEDUNG PUSAT LABORATORIUM FORENSIK CABANG PAPUA DENGAN METODE TIME COST TRADE OFF = TIME AND COST ACCELERATION ANALYSIS IN THE EXPANSION AND DEVELOPMENT OF THE PAPUA FORENSIC LABORATORY CENTER PROJECT USING THE TIME COST TRADE OFF METHOD
Pusat Laboratorium Forensik Cabang Papua memiliki luas bangunan 4.336 m² terdiri 3 lantai dengan atap dak beton untuk bangunan utama dengan luas bangunan pendukung 156 m2 merupakan proyek konstruksi yang mengalami keterlambatan pekerjaan selama 28 hari. Skripsi ini bertujuan mengatasi keterlambatan pada pekerjaan yang mengalami keterlambatan (pekerjaan tanah dan urugan dan pekerjaan pondasi) dengan melakukan analisis percepatan menggunakan metode Time Cost Trade Off. Alternatif percepatan yang digunakan adalah penambahan tenaga kerja, penambahan waktu kerja (lembur), dan penambahan alat kerja.
Pekerjaan cut & fill lahan dan pemadatan tanah (pekerjaan tanah dan urugan), menggunakan dua alternatif yaitu penambahan waktu kerja (lembur) dan penambahan alat kerja. Alternatif penambahan waktu kerja (lembur) menghasilkan waktu percepatan 15 hari (mempercepat 14 hari dari keterlambatan) dengan biaya percepatan sebesar Rp 115.429.500, dimana memiliki efisiensi durasi 21,88% dan efisiensi biaya
-20,04%. Alternatif penambahan alat kerja (alat berat) menghasilkan waktu percepatan 7 hari (mempercepat 22 hari dari keterlambatan) dengan biaya percepatan sebesar Rp 408.200.000, dimana memiliki efisiensi durasi 34,38% dan efisiensi biaya -70,87%.
Pekerjaan pembesian dan pengecoran (pekerjaan pondasi) menggunakan dua alternatif yaitu penambahan tenaga kerja dan penambahan jam kerja (lembur). Alternatif penambahan tenaga kerja menghasilkan waktu percepatan 15 hari (mempercepat 5 hari dari keterlambatan) dengan biaya percepatan sebesar Rp 10.500.000, dimana memiliki efisiensi durasi 14,71% dan efisiensi biaya -2,99%. Alternatif penambahan jam kerja (lembur) menghasilkan waktu percepatan 16 hari (mempercepat 4 hari dari keterlambatan) dengan biaya percepatan sebesar Rp 26.336.000, dimana memiliki efisiensi durasi 11,76% dan efisiensi biaya -7,50%. Hasil paling efisien adalah pada pekerjaan cut & fill lahan dan pemadatan tanah menggunakan alternatif penambahan jam kerja (lembur) dan pada pekerjaan pembesian dan pengecoran menggunakan alternatif penambahan tenaga kerja.
Tidak tersedia versi lain