SKRIPSI DIGITAL
Analisis Perbandingan Kinerja Aspal Pen 60/70 dan Polyurethane Sealant pada Sambungan Dilatasi Bangunan Gedung di Apartemen X Kota Semarang = COMPARATIVE ANALYSIS OF THE PERFORMANCE OF ASPHALT PEN 60/70 AND POLYURETHANE SEALANT ON BUILDING DIALATIVE JOINTS IN APARTMENT X IN SEMARANG CITY
Sambungan dilatasi (expansion joint) merupakan elemen struktural penting pada bangunan gedung bertingkat untuk mengakomodasi pergerakan akibat perubahan suhu, beban dinamis, dan penurunan pondasi. Kondisi iklim tropis serta karakteristik tanah aluvial di Kota Semarang menuntut pemilihan material pengisi dilatasi yang tepat agar mampu bertahan terhadap suhu tinggi dan pergerakan struktur. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan kinerja aspal pen 60/70 dengan polyurethane sealant satu komponen (Sikaflex PRO-3) sebagai material pengisi sambungan dilatasi pada Gedung Apartemen X Kota Semarang, ditinjau dari parameter uji daktilitas, titik lembek, dan kuat tekan. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium yang dikombinasikan dengan observasi lapangan, mengacu pada SNI 2432:2011 (uji daktilitas), SNI 2434:2011 (uji titik lembek), dan SNI 1974:2011 (uji kuat tekan) dengan variasi ketebalan 2, 4, dan 6 cm. Standar yang digunakan merupakan standar pengujian aspal yang diadopsikan untuk polyurethane sealant karena keterbatasan alat uji khusus pengujian sealant di Laboratorium Bahan Bangunan Polines seperti pengujian berdasarkan ASTM D412 (Uji Tarik Karet dan Elastomer), ASTM C1087 (Uji Siklus Termal), dan ASTM D575 (Rubber Properties in Compression). Hasil pengujian menunjukkan aspal pen 60/70 memiliki nilai daktilitas lebih tinggi (150 cm) dibandingkan polyurethane sealant (10 cm), sementara polyurethane sealant menunjukkan ketahanan termal yang jauh lebih baik dengan tidak mengalami perubahan bentuk hingga suhu di atas 95°C, berbeda dengan aspal pen 60/70 yang melunak pada suhu rata-rata 42°C. Pada pengujian kuat tekan, aspal pen 60/70 lebih unggul pada variasi ketebalan celah 4 cm, sedangkan polyurethane sealant lebih unggul pada variasi 4 cm dan 6 cm. Secara keseluruhan, polyurethane sealant lebih direkomendasikan sebagai material alternatif pengisi sambungan dilatasi dibandingkan dengan aspal pen 60/70, karena menawarkan ketahanan suhu dan kemampuan menahan beban yang lebih baik untuk diterapkan pada bangunan bertingkat di iklim tropis meskipun biaya awalnya lebih tinggi.
Kata Kunci: sambungan dilatasi, aspal pen 60/70, polyurethane sealant, daktilitas, titik lembek, kuat tekan
Tidak tersedia versi lain