SKRIPSI DIGITAL
Analisis Tingkat Kinerja Sruktur Bangunan Gedung terhadap Beban Gempa Berdasarkan SNI 1726:2019 Menggunakan Non Linear Static Pushover Analysis dengan Capacity Spectrum Method (ATC-40) & Displacement Coefficient Method (FEMA-356) (Studi Kasus: Apartemen 12 Lantai) = Analysis Of Structural Performance Level Of Multi-Story Buildings Under Seismic Loads Based On SNI 1726:2019 Using Non-Linear Static Pushover Analysis With The Capacity Spectrum Method (ATC-40) & Displacement Coefficient Method (FEMA-356) (Case Study: 12-Story Apartment Building)
Indonesia terletak pada pertemuan empat lempeng tektonik aktif sehingga rawan gempa bumi. Pembaruan SNI 1726:2012 menjadi SNI 1726:2019 mengubah zonasi peta gempa dan meningkatkan parameter percepatan tanah desain, sehingga bangunan lama, termasuk Gedung Apartemen 12 Lantai objek penelitian ini, berpotensi tidak aman jika dievaluasi dengan ketentuan terbaru. Penelitian ini menganalisis kapasitas dan tingkat kinerja struktur gedung terhadap beban gempa berdasarkan SNI 1726:2019, menggunakan metode Non-Linear Static Pushover Analysis melalui SAP2000, mengacu pada Capacity Spectrum Method (CSM) dari ATC-40 dan Displacement Coefficient Method (DCM) dari FEMA 356, guna memperoleh kurva kapasitas, titik kinerja, simpangan antar lantai (drift), serta pola sendi plastis (plastic hinge) pada balok dan kolom. Hasil analisis menunjukkan struktur mampu menahan beban lateral maksimum sebesar 61.940,08 kN pada arah X dan 59.233,92 kN pada arah Y, dengan seluruh parameter kontrol struktur memenuhi ketentuan SNI 1726:2019. Kedua metode evaluasi menghasilkan tingkat kinerja pada kategori Immediate Occupancy (IO). Sendi plastis pertama kali terbentuk pada balok sebelum merambat ke pangkal kolom lantai dasar, menunjukkan mekanisme keruntuhan sesuai prinsip Strong Column Weak Beam (SCWB). Gedung Apartemen 12 Lantai dinyatakan aman dan layak difungsikan tanpa perbaikan struktural signifikan berdasarkan standar gempa terbaru
Tidak tersedia versi lain