TA DIGITAL
Peran Lobi dan Negosiasi dalam Mencapai Kesepakatan dengan Supplier Bahan Baku pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) (Studi Kasus pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ungaran Timur) = The Role of Lobbying and Negotiation in Reaching Agreements with Raw Material Suppliers in the Free Nutritious Meal Program (MBG) (A Case Study at the East Ungaran Nutritional Fulfillment Service Unit (SPPG))
Pengadaan bahan baku pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Ungaran Timur membutuhkan hubungan yang baik antara Perwakilan Mitra dengan supplier. Dalam pelaksanaannya, terdapat perbedaan kondisi terkait harga, kualitas, jumlah, dan ketersediaan bahan baku yang memerlukan komunikasi, pendekatan, serta proses negosiasi agar kebutuhan SPPG dapat terpenuhi dan kesepakatan dapat dicapai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi negosiasi dan teknik lobi Perwakilan Mitra dalam pengelolaan hubungan dengan penyedia bahan baku pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Ungaran Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan penentuan informan secara purposive, yaitu Perwakilan Mitra dan Asisten Lapangan. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi, kemudian dianalisis melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses lobi dan negosiasi dilakukan sebagai bagian dari pengadaan bahan baku. Lobi dilakukan secara langsung terutama ketika berhadapan dengan supplier baru atau terdapat penawaran bahan baru, sedangkan negosiasi dilakukan untuk membahas dan mencapai kesepakatan mengenai kualitas, harga, jumlah, dan ketersediaan bahan baku. Peran lobi dan negosiasi saling melengkapi, yaitu lobi berperan dalam membuka komunikasi dan membangun hubungan dengan supplier, sedangkan negosiasi berperan dalam mempertemukan kepentingan kedua pihak. Proses tersebut sesuai dengan konsep Direct Lobbying dari Zainal (2024) dan teori Integrative Negotiation dari Fisher et al, (2011) dalam Saing et al, (2023), terutama melalui fokus pada kepentingan, pencarian alternatif yang menguntungkan kedua pihak, pemisahan masalah dari hubungan personal, dan penggunaan kriteria objektif. Hasil analisis proposisi menunjukkan bahwa ketiga proposisi penelitian didukung oleh temuan penelitian. Kombinasi lobi secara langsung pada tahap awal dan negosiasi pada tahap selanjutnya menjadi strategi yang mendukung pencapaian kesepakatan pengadaan bahan baku pada Program MBG di SPPG Ungaran Timur.
Kata kunci: lobi, direct lobbying, negosiasi, integrative negotiation, supplier, Program Makan Bergizi Gratis.
Tidak tersedia versi lain