TA DIGITAL
Mekanisme Proses Sertifikasi TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) Pada PT Surveyor Indonesia (Persero) Cabang Semarang = Certification Process Mechanism for TKDN (Domestic Component Level) at PT Surveyor Indonesia (Persero), Semarang Branch
Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) merupakan kebijakan pemerintah untuk
mendorong penggunaan produk dalam negeri dan memperkuat industri nasional. Pelaksanaan sertifikasi TKDN membutuhkan mekanisme yang efektif, efisien, transparan, dan akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mekanisme proses sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada PT Surveyor Indonesia (Persero) Cabang Semarang, mengidentifikasi dokumen dan persyaratan yang harus dipenuhi, menganalisis kendala yang dihadapi, serta merumuskan solusi dan rekomendasi perbaikan, dengan fokus pada sektor barang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang bersifat deskriptif analitik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci (koordinator/supervisor sertifikasi TKDN, dan perwakilan
perusahaan pemohon), observasi langsung terhadap proses verifikasi, serta studi dokumentasi terhadap SOP, regulasi (Permenperin Nomor 35 Tahun 2025), dan dokumen terkait. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan dilengkapi dengan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur sertifikasi TKDN telah berjalan secara sistematis dan terdigitalisasi melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), meliputi tahapan pengajuan permohonan, pengisian self-assessment, pemilihan LVI, pemeriksaan dokumen, pembayaran, verifikasi dokumen dan lapangan (site visit), penyusunan Laporan Hasil Verifikasi (LHV), panel di tingkat pusat, hingga penerbitan sertifikat. Meskipun regulasi menargetkan 7–10 hari kerja, dalam praktiknya proses umumnya memerlukan waktu 30–60 hari kerja. Dokumen yang wajib disiapkan mencakup aspek legal, produksi (terutama Bill of Material), serta tenaga kerja dan overhead. Kendala utama berasal dari sisi pemohon (kelengkapan dokumen, penyusunan BoM, dan biaya) maupun sisi LVI (keterbatasan verifikator, koordinasi dengan pusat, dan gangguan sistem). Analisis SWOT menunjukkan kekuatan pada kompetensi, independensi, dan komunikasi verifikator, sementara kelemahan utama terletak pada kecepatan proses dan kejelasan persyaratan dokumen di tahap awal. Tingkat kepuasan responden secara
keseluruhan tergolong baik dengan rata-rata skor 3,30 (skala 1–4).
Kata kunci: Sertifikasi TKDN, Lembaga Verifikasi Independen, PT Surveyor
Indonesia (Persero) Cabang Semarang, Mekanisme Proses, Analisis SWOT
Tidak tersedia versi lain