Penilaian kondisi kerusakan Gedung masih dilakukan manual sehingga penentuan prioritas pemeliharaan bersifat subjektif. Penelitian ini mengombinasikan Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Decision Tree untuk membangun sistem pendukung keputusan prioritas pemeliharaan bangunan. AHP menghasilkan bobot kriteria Biaya (0,61), Kondisi Kerusakan (0,27), dan Intensitas Penggunaan (0,12) dengan Consi…