Proses pascapanen tembakau, khususnya tahap perajangan daun, sering kali menghadapi kendala efisiensi yang rendah dan ketidak seragaman ketebalan hasil potongan akibat penggunaan metode manual. Selain itu, metode konvensional memiliki risiko kecelakaan kerja (K3) yang tinggi bagi operator. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, membuat, dan menguji performa Mesin Perajang Tembakau dengan Sis…
Proses perajangan daun tembakau secara manual masih membutuhkan waktu dan tenaga yang relatif besar serta berpotensi menghasilkan ukuran rajangan yang kurang seragam. Oleh karena itu, dirancang dan dibuat mesin perajang daun tembakau dengan sistem conveyor yang dilengkapi tiga mata pisau dan dua motor listrik untuk meningkatkan efisiensi proses perajangan. Penelitian ini bertujuan untuk me…
Usaha Kecil Menengah (UKM) di Desa Jragung, Karangawen, Demak bergerak di bidang perajangan tembakau dengan kapasitas panen 400–600 kg. Namun, proses produksi masih dilakukan secara manual dengan pisau konvensional, menghasilkan hanya 40 kg per 4 orang per hari. Metode ini tidak efisien dari segi waktu, tenaga, dan hasil produksi. Selain itu, pekerja mengeluhkan dampak kesehatan akibat lamany…
Kayu telah dimanfaatkan sebagai bahan baku bangunan, furniture, mebel, kerajinan dan berbagai produk lain. Sekitar 80–85% kayu-kayu Indonesia memiliki keawetan rendah yang mudah diserang oleh organisme perusak kayu. Permasalahan utama dalam penggunaan jenis-jenis kayu yang memiliki keawetan alami rendah yaitu mudah terserang oleh berbagai organisme perusak kayu. Kayu dengan keawetan alami ren…
Tembakau merupakan komoditas perkebunan yang pada umumnya diambil daunnya untuk diolah dan dijadikan bahan utama pembuatan rokok. Tembakau rajangan menjadi proyek besar bagi para petani di Indonesia karena memiliki daya saing yang tinggi. Hampir semua penduduk di Desa Cabeankunti, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali menjadi petani tembakau, karena daerah tersebut memungkinkan untuk m…
Pengeringan tembakau saat ini masih menggunakan cara konvensional. Proses pengeringan yang dilakukan hanya mengandalkan panas matahari untuk mengeringkan daun tembakau menyebabkan saat musim hujan petani mengalami kesulitan dalam proses pengeringan. Daun tembakau yang cukup mudah mengalami pembusukan memerlukan alternatif sistem pengeringan yang tidak bergantung pada kondisi cuaca. Sa…
Pengrajangandaun tembakau saat ini masih menggunakan cara tradisional yang dibantu oleh motor yang menggerakkan mata pisau supaya berputar, namun terdapat kekurangan yaitu kecepatan yang tidak dapat diatur. Oleh karena itu, dibuat alat pengrajang tembakau secara otomatis berbasis PLC dan Scada. Mesin ini menggunakan satu buah pisau yang digerakkan oleh satu buah motor AC 3 phase 0.5 P…