Proses pascapanen tembakau, khususnya tahap perajangan daun, sering kali menghadapi kendala efisiensi yang rendah dan ketidak seragaman ketebalan hasil potongan akibat penggunaan metode manual. Selain itu, metode konvensional memiliki risiko kecelakaan kerja (K3) yang tinggi bagi operator. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, membuat, dan menguji performa Mesin Perajang Tembakau dengan Sis…
Proses perajangan daun tembakau secara manual masih membutuhkan waktu dan tenaga yang relatif besar serta berpotensi menghasilkan ukuran rajangan yang kurang seragam. Oleh karena itu, dirancang dan dibuat mesin perajang daun tembakau dengan sistem conveyor yang dilengkapi tiga mata pisau dan dua motor listrik untuk meningkatkan efisiensi proses perajangan. Penelitian ini bertujuan untuk me…
Usaha Kecil Menengah (UKM) di Desa Jragung, Karangawen, Demak bergerak di bidang perajangan tembakau dengan kapasitas panen 400–600 kg. Namun, proses produksi masih dilakukan secara manual dengan pisau konvensional, menghasilkan hanya 40 kg per 4 orang per hari. Metode ini tidak efisien dari segi waktu, tenaga, dan hasil produksi. Selain itu, pekerja mengeluhkan dampak kesehatan akibat lamany…