TA DIGITAL
Cireng kuah seblak by c'rivblak "bikin lidahmu berdansa" = cireng with seblak soup by c'rivblak "make your taste buds dance"
Judul: CIRENG KUAH SEBLAK BY C’RIVBLAK
Tujuan– Project usaha C'RIVBLAK sebagai inovasi kuliner tradisional yang
memadukan cireng dengan kuah seblak, menghadirkan sebuah kewirausahaan
pemasaran adaptif yang mampu menjawab dinamika tren perubahaan pasar sekaligus
melestarikan eksistensi kuliner khas Indonesia di tengah tantangan ancaman kehadiran
kuliner global.
Desain/Metodologi/Pendekatan– Pelaksanaan Project usaha C'RIVBLAK diawali
dengan analisis tren menggunakan Google Trends untuk menentukan peluang bisnis
yang tepat. Selanjutnya dilakukan survei pasar melalui Google Form terhadap 30
responden guna mengidentifikasi preferensi konsumen terhadap produk dan tingkat
harga. Hasil survei menjadi dasar dalam pengembangan produk, penetapan harga
menggunakan metode cost plus pricing, serta pemilihan sistem distribusi berbasis preorder. Strategi pemasaran mengkombinasikan penjualan langsung melalui bazar
dengan promosi digital melalui Instagram dan WhatsApp. Operasional usaha didukung
oleh pengelolaan sumber daya manusia, manajemen operasi, dan pencatatan keuangan
yang dijalankan secara mandiri oleh tim.
Temuan – Hasil pelaksanaan Project usaha C'RIVBLAK menunjukkan keberhasilan
menghadirkan lima varian produk, yaitu cireng original kuah seblak, cireng isi ayam
kuah seblak, cireng isi keju kuah seblak, cireng kering, dan cireng frozen. Dukungan
pengelolaan usaha yang terintegrasi mampu menjadikan produk cireng dan seblak
sebagai pilihan dengan tingkat pembelian tinggi, sehingga menghasilkan omzet
penjualan sebesar Rp25.074.000 selama periode Februari–Juni 2026. Selama periode
tersebut, usaha memperoleh laba bersih sebesar Rp 5.667.700 atau rata-rata
Rp3.216.379 per bulan. Dari aspek investasi, usaha ini menunjukkan kelayakan dengan
payback period sekitar 2 bulan 4 hari, yang mencerminkan tingkat pengembalian modal
yang cepat dan efisien. Meskipun demikian, jumlah anggota tim yang masih terbatas
dan jangkauan distribusi yang belum luas menjadi tantangan yang perlu dikembangkan
pada masa mendatang.
Kata kunci: Cireng, Seblak, Entrepreneurial Marketing, Warisan Kuliner Tradisional
Kekinian
Tidak tersedia versi lain