Proses pascapanen tembakau, khususnya tahap perajangan daun, sering kali menghadapi kendala efisiensi yang rendah dan ketidak seragaman ketebalan hasil potongan akibat penggunaan metode manual. Selain itu, metode konvensional memiliki risiko kecelakaan kerja (K3) yang tinggi bagi operator. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, membuat, dan menguji performa Mesin Perajang Tembakau dengan Sis…
Proses perajangan daun tembakau secara manual masih membutuhkan waktu dan tenaga yang relatif besar serta berpotensi menghasilkan ukuran rajangan yang kurang seragam. Oleh karena itu, dirancang dan dibuat mesin perajang daun tembakau dengan sistem conveyor yang dilengkapi tiga mata pisau dan dua motor listrik untuk meningkatkan efisiensi proses perajangan. Penelitian ini bertujuan untuk me…
Proses pemipilan dan penggilingan jagung secara manual masih membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup besar serta dapat menghasilkan produk yang kurang konsisten. Kondisi tersebut mendorong perlunya mesin yang mampu menggabungkan proses pemipilan dan penggilingan dalam satu rangkaian dengan kapasitas yang lebih tinggi. Tugas akhir ini bertujuan untuk merancang dan membuat mesin pemipil dan pengg…
Proses roasting merupakan tahapan penting dalam pengolahan kopi yang menentukan cita rasa dan kualitas produk. Namun, masih banyak pelaku UMKM yang melakukan roasting secara manual atau menggunakan jasa pihak lain karena keterbatasan peralatan, sehingga proses menjadi kurang efisien serta meningkatkan biaya produksi. Tugas akhir ini bertujuan merancang dan membangun mesin roasting kopi berkapas…
Kebutuhan akan mesin espresso yang ergonomis, efisien dalam penggunaan energi, aman, dan mampu memberikan kualitas ekstraksi yang konsisten setiap kali menghadirkan tantangan dalam pembuatan mesin espresso, terutama untuk penggunaan dalam skala kecil. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun mesin espresso dengan kepala tunggal menggunakan sistem pemanas thermoblock 1200 Watt,…
Proses pengupasan serabut kelapa pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah pesisir Pantai Utara Pati sebagian besar masih dilakukan secara manual. Metode konvensional ini membutuhkan waktu dan tenaga kerja yang besar serta berisiko tinggi terhadap keselamatan kerja. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan merancang dan memfasilitasi pembuatan mesin pengupas…
Proses pengeringan cengkeh secara konvensional masih bergantung pada kondisi cuaca dan membutuhkan waktu yang relatif lama, sehingga diperlukan teknologi pengeringan yang mampu mempercepat proses serta menghasilkan pengeringan yang lebih terkontrol. Tugas akhir ini bertujuan untuk merancang, membuat, dan menguji mesin pengering cengkeh dengan sistem dapur listrik pemantik otomatis. Mesin diranc…
Padi merupakan komoditas pangan pokok strategis di Indonesia, namun pengolahan pascapanen, khususnya penggilingan gabah, masih menjadi kendala bagi Kelompok Tani Subur Makmur di Desa Kalimaro Karangploso. Ketergantungan terhadap jasa penggilingan luar menyebabkan tingginya biaya produksi dan hilangnya akses petani terhadap produk samping berupa dedak, yang sebenarnya memiliki potensi ekonomi ti…
Produksi mi basah pada skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) rumahan umumnya masih menggunakan mesin terpisah untuk proses pengadukan dan pemipihan, sehingga adonan harus dipindahkan secara manual antar mesin dan berisiko terkontaminasi karena kadar airnya yang tinggi. Kondisi ini diamati langsung di Warung Mi Ayam Bang Mail, Tembalang, Semarang, tempat proses produksi masih membutuhkan…
Pengolahan biji kedelai menjadi bubur kedelai merupakan tahap krusial dalam pembuatan tahu dan susu kedelai, namun prosesnya sering kali menghadapi kendala pada produksinya yang lama, serta biaya operasioanal yang tergolong tinggi. Permasalahan tersebut berdampak pada rendahnya efisiensi kerja dan tidak konsistennya tingkat kehalusan bubur kedelai. Oleh karena itu, diperlukan suatu inov…