Kerusakan struktur pada fase kostruksi umumnya terjadi karena metode pekerjaan yang kurang baik, sehingga diperlukan perbaikan sebelum dilakukan serahterima. Penelitian ini dilakukan di Gedung Tower X di Kalimantan Timur yang dalam proses pembangunan dan mengalami beberapa kerusakan pada komponen strukturnya. Secara spesifik, penelitian ini bertujuan untuk menentukan metode perbaikan, biay…
Peningkatan kebutuhan transportasi di jalur Solo–Yogyakarta mendorong perubahan desain struktur box underpass di STA 36+000, dengan penyesuaian ruang bebas dari 3,6 meter menjadi 4,2 meter untuk mengakomodasi kendaraan dengan tinggi muatan lebih besar. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dampak perubahan tersebut terhadap gaya-gaya struktur dan kelayakan penulangan yang masih merujuk pada d…
Proyek Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo menggunakan material beton sebagai struktur konstruksinya, beton dipilih karena memiliki daya dukung yang kuat, tahan lama, dan ketersediaan bahan baku yang mudah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode perawatan beton menggunakan water curing dan curing compound terhadap kuat tekan beton, dengan studi kasus pada box unde…
Pembangunan infrastruktur jalan tol memerlukan material timbunan yang efisien baik dari segi waktu maupun biaya. Penelitian ini membandingkan dua material timbunan yaitu Mortar Foam dan Common Borrow pada Proyek Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Paket 1 Seksi 6, khususnya pada Ramp On Gerbang Tol Bawen STA 2+310-2+380. Tujuan penelitian adalah menganalisa perbedaan efisiensi waktu dan biaya antar…
Indonesia sebagai negara dengan banyak gunung berapi aktif memiliki risiko tinggi terhadap bencana geologi, salah satunya letusan Gunung Merapi yang berpotensi merusak infrastruktur transportasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur pier jembatan grid sebagai solusi mitigasi terhadap bahaya aliran lahar akibat letusan gunung api, khususnya pada proyek Jalan Tol Yogyakarta–…
Pembangunan infrastruktur jalan di wilayah dengan topografi perbukitan menghadapi tantangan kestabilan lereng, khususnya pada daerah rawan longsor. Studi ini membandingkan efektivitas metode soil nailing dan dinding Gabion dalam meningkatkan stabilitas lereng pada Proyek Jalan Baru Kretek–Girijati, Daerah Istimewa Yogyakarta, tepatnya di STA 3+850 (lereng galian) dan STA 2+285 (lereng…
Penelitian ini membandingkan analisis daya dukung tiang bor beton Cast In Place menggunakan data Standard Penetration Test (SPT) dengan hasil pengujian Pile Driving Analyzer (PDA) pada Mainbridge 25 Proyek Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban. Pembangunan jalan tol, termasuk konstruksi jembatan, memerlukan perencanaan fondasi yang presisi. PDA test menjadi metode penting untuk estim…
Meningkatnya pembukaan lahan pemukiman di daerah perbukitan yang kurang memperhatikan masalah kestabilan lereng akan berpotensi terjadi longsor yang disebabkan oleh faktor internal seperti muka air tanah dan kemiringan lereng serta faktor eksternal yaitu infiltrasi air hujan, aktivitas manusia dll. Lokasi penelitian berada di Jalan Aira V kecamatan Ngaliyan Kota Semarang, berdasarkan pe…
Keselamatan konstruksi merupakan faktor penting yang memengaruhi kelancaran proyek dan kesejahteraan pekerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko keselamatan kerja pada pekerjaan erection girder Jembatan Pakem Proyek Jalan Tol Solo – Yogyakarta – New International Airport (NYIA) Kulon Progo Seksi 1: Klaten – Purwomartani Paket 1.2 STA 37+697 menggunakan metode Failure Mode and Ef…
Pekerjaan erection girder merupakan bagian penting dan kompleks dalam konstruksi jembatan yang berdampak langsung pada efisiensi waktu dan keselamatan proyek. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan waktu, waktu siklus, produktivitas erection girder metode crawler crane, serta pengaruh jarak stockyard terhadap durasi erection girder sebagai dasar penjadwalan proyek. Studi dilakukan…